Selasa, 17/04/2007 03:30 WIB
Filipina Harus Tanggung Jawab atas Penembakan Pastor Frans
Ken Yunita - detikNews
Jakarta -
Filipina harus bertanggung jawab atas tindak kekerasan yang menewaskan pastor Frans Mudhu. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda diharapkan segera meminta pertanggungjawaban pemerintah Filipina terkait penembakan missionaris Indonesia itu.
"Kami harap Pak Menlu dapat segera menindaklanjuti permohonan kami," kata Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) Norbert Betan dalam rilis yang diterima
detikcom Selasa (17/4/2007).
Norbert mengatakan, permohonan ini didasarkan pada beberapa prinsip yaitu, tindakan pencabutan nyawa adalah pelanggaran terhadap hak hidup seseorang. Kedua, setiap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri berhak mendapat perlindungan dari negara. Ketiga, pelecehan terhadap setiap warga negara Indonesia di luar negeri adalah sama dengan pelecehan terhadap harkat dan martabat bangsa.
Menurut PADMA, pastor Frans Mudhu ditembak mati di Stasi Mabungtot, Kalinga, Filipina 1 April 2007 dengan senjata M 16. Saat itu, pastor bersama seorang temannya sedang merayakan misa Minggu Palma. Di dalam ruangan itu, banyak juga anak-anak yang akan mengikuti misa.
Tiba-tiba, datang tiga orang dan menyuruh anak-anak keluar dari ruangan itu. Lalu, seorang dari tiga orang itu memberondongkan peluru ke tubuh pastor Frans Mudhu yang tengah duduk di kursi.
(ken/nal)
SMS Iklan
pasang iklan gratis di www.yorasaki.ne t (+6285658418441)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).