Berita Lain

Indeks Berita




Kamis, 06/03/2008 12:25 WIB
Akibat Kesalahan Rumah Sakit, Wanita Tewas Usai Melahirkan
Rita Uli Hutapea - detikNews
New South Wales - Sungguh malang nasib ibu tiga anak ini. Akibat kesalahan beruntun pihak rumah sakit, nyawanya melayang saat melahirkan bayinya.

Peristiwa tragis ini menimpa Rebecca Murray di New South Wales (NSW), Australia seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Kamis (6/3/2008).

Rebecca yang hamil masuk ke Rumah Sakit Bathurst dalam keadaan sehat. Namun hanya sehari setelah melahirkan bayinya melalui operasi caesar, perempuan berusia 29 tahun itu meninggal dunia. Dia mengalami pendarahan usai operasi, namun para perawat terlambat mengetahuinya.

Dalam laporan Departemen Kesehatan NSW terungkap sejumlah kesalahan rumah sakit yang sebenarnya bisa dicegah dalam peristiwa yang terjadi 24 Juni 2007 silam. Usai melahirkan seorang bayi perempuan, Rebecca dipindahkan ke ruang pemulihan.

Saat itulah tekanan darahnya turun drastis ke level membahayakan. Para perawat harusnya menghubungi tim darurat medis, namun mereka justru meninggalkan wanita itu mengalami pendarahan.

Dalam laporan itu dibeberkan, para perawat sangat tidak berpengalaman sehingga mereka tidak tahu bagaimana mengenali gejala pendarahan pascamelahirkan.

Lebih dari 30 menit kemudian barulah dokter ahli rumah sakit tersebut tiba. Rebecca pun dibawa kembali ke ruang operasi. Dia memerlukan transfusi darah karena kehilangan banyak darah. Namun naas, dua mesin penghangat darah mengalami kerusakan. Tanpa sebab yang jelas, kedua mesin yang vital dalam prosedur transfusi darah itu tidak bisa dihidupkan.

Akibatnya, tak lama kemudian, Rebecca mengalami serangan jantung. Para dokter pun memutuskan untuk mengirimnya ke rumah sakit metropolitan. Dia dimasukkan ke ruang ICU Rumah Sakit Nepean. Namun semua sudah terlambat. Wanita itu menghembuskan nafas terakhir.

Suami Rebecca, Jim Murray melaporkan kejadian ini ke Komisi Pengaduan Layanan Kesehatan NSW. Jim menuntut pihak rumah sakit meminta maaf. Dirinya juga berencana membawa kasus ini ke pengadilan.

"Anak-anak saya harus tumbuh tanpa ibu. Saya yakin dia masih hidup jika semuanya dilakukan dengan semestinya," kata Jim.

(ita/nrl)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

SMS Iklan

jual nomer cantik utk hotline 350rb : 085711118833/99 33/9955/9977/88 77, flexi 44335513,443355 65, xl 0817882201,mtri 085882244496 (+628179966600)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).