Rabu, 02/07/2008 21:12 WIB
Hancur oleh Bom Ikan, Tubuh Obar dan Andri Disatukan Lagi
Alamsyah - detikNews
Serang -
Ledakan bom ikan di Kampung Siruang, Caringin, Labuan, Banten, telah membuat tubuh Obar bin Lilin (15) dan Andri bin Sukiya (15) tercerai-berai. Tim forensik yang dibantu Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten berusaha melakukan penyatuan jenazah mereka.
Sebelumnya, dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB, tim ini melakukan pencarian serpihan-serpihan tubuh korban di TKP. Untuk jenazah Andri, telah ditemukan kedua tangan yang sebelumnya hilang. Sedangkan jenazah Obar, yang bagian kepalanya hancur, juga telah ditemukan bagian tangan dan kakinya. Anggota badan yang ditemukan ini kemudian disatukan.
Rencananya tim yang dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Banten, dr AKBP Budi Heryadi, akan menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga malam ini.
"Malam ini juga jenazah kedua korban akan diserahterimakan kepada pihak keluarga korban," kata salah satu anggota tim forensik, Budi Suhendar, di RSUD Serang, Banten, Rabu (2/7/2008).
Ledakan yang diduga berasal dari bom ikan itu terjadi pukul 13.00 WIB, Selasa 1 Juli, di sebuah gubuk. Saat kejadian, Obar dan Andri sedang berada di dalam gubug.
Mereka diduga sedang merakit bom ikan yang dikomandoi Supardi. Sampai berita ini diturunkan Supardi, yang menjadi DPO Dirpolair Polda Banten dalam kasus pembuatan bom ikan, masih buron. Selain Obar dan Andri, Darmin (25), juga terluka parah.
(aba/aba)
Baca juga :
SMS Iklan
pasang iklan gratis di www.yorasaki.ne t (+6285658418441)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).