Berita Lain

Indeks Berita




Rabu, 27/08/2008 14:51 WIB
Ancaman Pembunuhan Obama Bangkitkan Kenangan Pahit AS
Rita Uli Hutapea - detikNews

Barack Obama (AFP)
Washington - Tiga orang ditangkap polisi di Denver, Colorado, AS karena mengancam membunuh capres Barack Obama. Namun kemudian otoritas AS menyatakan, ketiga orang itu hanyalah trio rasis yang tidak berbahaya.

Meski begitu, insiden tersebut telah membangkitkan kenangan pahit warga AS akan pembunuhan sejumlah pemimpin negara adidaya tersebut.

Banyak warga tak bisa melupakan terbunuhnya Presiden John F. Kennedy dari Partai Demokrat pada 1963 silam serta saudara kandungnya, Robert Kennedy pada tahun 1968. Juga pembunuhan tokoh HAM kulit hitam, Martin Luther King.

Figur Partai Republik pun tak luput dari target pembunuhan. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, ada percobaan pembunuhan yang gagal terhadap Presiden Gerald Ford dan Ronald Reagan.

Kini, beredar kekhawatiran akan keselamatan Obama jika berhasil mengalahkan John McCain dalam pemilihan presiden November 2008. Sebab itu berarti Obama akan menjadi presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS.

Christine King Farris, satu-satunya saudara kandung Martin Luther King yang masih hidup, juga mengkhawatirkan keselamatan Obama. Menurut wanita berusia 80 tahun itu, ada kesamaan antara ancaman yang dihadapi Obama dan King.

"Apakah orang kulit putih siap menerima seorang pria berkulit hitam sebagai presiden AS? Yang kita harapkan adalah kita akan memandang dia tidak sebagai pria kulit hitam tapi sebagai warga negara ini," kata Faris seperti dilansir Reuters, Rabu (27/8/2008).

"Namun saya tahu negara ini... Mereka membunuh saudara saya. Mereka membunuh Robert Kennedy. Saya tahu apa yang bisa dilakukan negara ini. Jika mereka ingin menyingkirkan Anda, mereka bisa melakukannya," cetusnya.

Kekhawatiran akan keselamatan Obama mendorong Dinas Rahasia AS memberikan pengamanan 24 jam terhadap Senator Illinois itu.(ita/iy)
Komentar terkini (20 Komentar)

Baca juga :

SMS Iklan

pelatihan poker pro gratis oleh master dunia.daftar dan download materinya dan dapatkan bonus usd 200 (+6287881498559)

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).